Laboratorium Komputer SMP

Suasana belajar di Laboratorium Komputer SMP.

Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia

TK/SD/SMP/SMA Swasta Methodist 3 Medan

Ekskul

Kegiatan Ekskul dilaksanakan setiap hari Sabtu

Senin, 03 April 2023

Microsoft Excel - Function HLookUp

Function HLookUp

Function HLOOKUP adalah rumus Excel yang memungkinkan kamu untuk menemukan data secara horizontal pada suatu tabel. Caranya dengan mencari nilai tertentu pada baris atas tabel, dan kemudian mengambil nilai yang cocok dengan kriteria yang kamu pasang.

Dengan kata lain, Function HLOOKUP adalah membantumu untuk mencari data berdasarkan kategori tertentu, lalu menarik informasi tersebut dari baris terkait.

Berikut adalah syntax dari Function HLOOKUP:

=HLOOKUP(lookup value,table array,row index num,[range_lookup])

  • LookUp Value adalah nilai yang digunakan untuk mengambil data.
  • Table Array adalah tabel yang digunakan untuk mengambil data.
  • Row Index Number adalah nomor index baris dari table array, nomor 1 dimulai dari kolom pertama, nomor 2 merupakan kolom kedua dan seterusnya.
  • Range Lookup berupa nilai True atau False. True digunakan jika baris pada table array yang memiliki nilai dari lookup value dalam keadaan terurut. False digunakan jika baris pada table array yang memiliki nilai dari lookup value tidak dalam keadaan terurut.

Rumus ini sangat berguna apabila kamu sedang mencari data berdasarkan kriteria tertentu. Jadi, jika kamu sudah paham cara menggunakan rumus HLOOKUP, kamu akan mampu untuk mencari data dalam waktu singkat.

Latihan Praktik

Minggu, 02 April 2023

Microsoft Word - Page Border

Page Border

Page Border adalah fitur yang digunakan untuk memberikan bingkai (border) pada halaman kerja Microsoft Word. Page borders digunakan untuk membuat dokumen atau berkas kita dapat terlihat lebih cantik dan semakin enak dibaca.

Untuk membuat Page Border maka masuk ke Menu Home, lalu pilih Border kemudian pilih Page Border.

Borders and Shading


Page Border

Page Border
Page Border dapat berupa garis ataupun gambar. Untuk Page Border berupa garis memiliki setting seperti pada Border yaitu None, Box, Shadow, 3-D, Custom. Untuk Page Border berupa gambar maka kita dapat memilih pada bagian Art lalu mengatur ukuran gambar pada bagian Width.

Contoh Page Border Box:

Page Border Box

Contoh Page Border Shadow:

Page Border Shadow

Contoh Page Border 3-D:

Page Border 3-D

Contoh Page Border Custom:

Page Border Custom

Contoh Page Border Art:

Page Border Art

Page Border dapat diterapkan pada:

Page Border Apply To


Supaya Page Border dapat diterapkan pada section maka kita harus membagi suatu dokumen menjadi beberapa section. Section memungkinkan kita untuk menerapkan format yang berbeda untuk setiap bagian tersebut. Cara membuat section pada dokumen adalah masuk ke menu Layout, lalu pilih Break, kemudian Section Breaks, dan terakhir pilih Next Page. Jadi kita membentuk section pada halaman baru.

Section Breaks

Latihan Praktik

Jumat, 31 Maret 2023

Microsoft PowerPoint - Slide Show

Slide Show

Presentasi yang telah dirancang tentunya harus dipresentasikan. Untuk mempresentasikan slide yang telah dirancang maka dapat diatur pada menu Slide Show.

Untuk menjalankan presentasi dari slide pertama maka gunakan From Beginning.

Slide Show, From Beginning

Untuk menjalankan presentasi dari slide yang sedang aktif maka gunakan From Current Slide.

Slide Show, From Current Slide

Custom Slide Show adalah fitur yang digunakan untuk menjalankan presentasi berdasarkan setingan yang kita pilih. Apabila dalam presentasi yang kita buat memiliki 10 slide dan kita ingin menjakankan presentasi untuk slide ke-3, 4, dan 7 maka kita dapat mengaturnya pada custom slide show.

Cara mengatur custom slide show adalah masuk ke Menu Slide Show lalu pilih Custom Slide Show dan pilih Custom Show.

Custom Slide Show

Set Up Show digunakan untuk pengaturan slide-slide yang akan dipresentasikan.

Slide Show, Set Up Show

Bentuk presented by a speaker (full screen):


Bentuk browsed by an individual (window):


Bentuk browsed at a kiosk (full screen):

Hide Slide digunakan untuk menyembunyikan slide supaya tidak ditampilkan dalam menjalankan presentasi.

Slide Show, Hide Slide

Reharse Timing digunakan untuk memberikan lamanya waktu bagi tiap slide untuk tampil sewaktu presentasi dijalankan.

Slide Show, Reharse Timing

Untuk menghapus timing yang sudah dibuat melalui Reharse Timing maka gunakan Record, lalu pilih Clear, kemudian pilih:

  • Clear Timing on Current Slide untuk menghapus timing pada slide yang sedang aktif.
  • Clear Timing on All Slide untuk menghapus timing pada semua slide.
Slide Show, Record, Clear

Hal-hal yang dapat dilakukan pada saat presentasi sedang berjalan:

Drawing Tools

  • Laser Pointer sebagai pointer pada saat melakukan presentasi.
  • Pen digunakan untuk menulis pada saat melakukan presentasi.
  • Highlighter digunakan untuk menulis dalam bentuk stabilo pada saat melakukan presentasi.
  • Eraser digunakan untuk menghapus suatu tulisan pada saat melakukan presentasi.
  • Erase All Ink on Slide digunakan untuk menghapus semua tulisan pada saat melakukan presentasi.
See All Slides

See All Slides: Thumbnail

  • See All Slides digunakan untuk menampilkan keseluruhan slide dalam bentuk thumbnail.
Zoom


Zoom
  • Zoom digunakan untuk memperbesar bagian tertentu pada saat melakukan presentasi.
Presentation Tools

Slide Option
  • Slide Option dapat dimunculkan dengan cara klik kanan di manapun ketika presentasi sedang berlangsung.
Latihan Praktik

Senin, 27 Maret 2023

Cyberbullying

Cyber Bullying

Yuk simak video berikut

Apa itu Cyberbullying?

Cyberbullying adalah penggunaan teknologi untuk melecehkan, mengancam, mempermalukan, atau menargetkan orang lain. Ancaman online dan teks, tweet, posting, atau pesan yang kejam, agresif, atau kasar semuanya ditujukan secara khusus dan mungkin berulang. 

Begitu juga dengan memposting informasi pribadi, gambar, atau video yang dirancang untuk menyakiti atau mempermalukan orang lain.

Penindasan dunia maya juga mencakup foto, pesan, atau halaman yang tidak dapat dihapus, bahkan setelah orang tersebut diminta untuk melakukannya. Dengan kata lain, itu adalah segala sesuatu yang diposkan secara online dan dimaksudkan untuk menyakiti, melecehkan, atau membuat orang lain kesal.

Intimidasi atau komentar kasar yang berfokus pada hal-hal seperti jenis kelamin, agama, orientasi seksual, ras, atau perbedaan fisik seseorang dianggap sebagai diskriminasi.

Cyberbullying di Indonesia


Contoh Cyberbullying:

  • Menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media sosial
  • Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial, atau memposting sesuatu yang memalukan/menyakitkan
  • Meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya dengan akun palsu atau masuk melalui akun seseorang) dan mengirim pesan jahat kepada orang lain atas nama mereka.
  • Trolling - pengiriman pesan yang mengancam atau menjengkelkan di jejaring sosial, ruang obrolan, atau game online
  • Mengucilkan, mengecualikan, anak-anak dari game online, aktivitas, atau grup pertemanan
  • Menyiapkan/membuat situs atau grup (group chat, room chat) yang berisi kebencian tentang seseorang atau dengan tujuan untuk menebar kebencian terhadap seseorang
  • Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan seseorang
  • Memberikan suara untuk atau menentang seseorang dalam jajak pendapat yang melecehkan
  • Membuat akun palsu, membajak, atau mencuri identitas online untuk mempermalukan seseorang atau menyebabkan masalah dalam menggunakan nama mereka
  • Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat dalam percakapan seksual.
Bentuk-bentuk Cyberbullying:
  • Exclusion (Pengucilan) merupakan perilaku yang dengan sengaja mengabaikan atau bahkan memojokkan seseorang dalam sebuah kelompok/forum diskusi online. Apakah kamu pernah dengan sengaja tidak membalas pertanyaan temanmu di grup kelas? Sebenarnya, kamu telah melakukan exclusion alias pengabaian secara sengaja. Meskipun terlihat sepele, hal ini tetap tidak baik dilakukan. Karena korban dapat merasa tidak diinginkan dan merasa sendiri.
  • Harassment (Pelecehan) merupakan tindak lanjut dari flaming dimana pemberian gangguan-gangguan melalui berbagai macam jejaring sosial yang dilakukan secara terus menerus bahkan dalam jangka panjang. Cyber harassment contohnya adalah mengirim pesan menyakitkan atau ancaman, menyebarkan konten yang tidak senonoh, body shaming dan sebagainya.
  • Outing adalah penyebaran aib atau informasi yang pribadi tanpa persetujuan pemilik kepada orang lain seperti foto, video, apapun yang sebenarnya merupakan rahasia.
  • Cyberstalking (Penguntitan di Media Sosial) merupakan perilaku dimana pelaku menguntit atau men-stalking seseorang (korban) di media online hingga melakukan pengiriman pesan secara berulang bahkan disertai ancaman atau pengintimidasian. Pelaku akan menguntit dan menghantui korban setiap saat. Terkadang, ancaman yang diberikan juga mulai merambah ke dunia nyata, secara fisik dan dilakukan tidak melalui daring. Dampaknya tentu sangat serius, terutama pada mental korban.
  • Fraping adalah mencuri masuk ke akun seseorang dengan tujuan memposting sesuatu yang buruk.
  • Impersonation (Peniruan) merupakan perilaku berpura-pura menjadi orang lain dan mengirimkan pesan-pesan atau status yang tidak baik. Seperti kita tahu, di internet ada banyak sekali akun palsu atau fake account. Tujuan mereka membuat akun palsu ini beragam dan yang perlu diwaspadai adalah motif tindakan kriminal. Seringkali akun palsu ini digunakan untuk melakukan kejahatan penyamaran. Pelaku akan membuat e-mail palsu, mencuri foto dan identitas seseorang dan memanfaatkannya. Impresonation bisa diartikan sebagai berpura-pura menjadi orang lain dan mengirimkan pesan-pesan atau status yang tidak baik bukan dengan atas nama dirinya (pelaku). Jadi ketika berkenalan dengan seseorang lewat media sosial, pastikan kebenarannya dulu ya!
  • Dissing (Fitnah atau Pencemaran Nama Baik) merupakan perilaku mengumbar keburukan atau memfitnah seseorang dengan tujuan untuk merusak citra dan reputasi orang lain yang dilakukan tidak sesuai dengan fakta dan kebenarannya. Berhati-hatilah untuk menyangkutpautkan seseorang terhadap sesuatu hal, terlebih jika itu merupakan hal buruk dan belum ada bukti yang valid. Karena ketika informasi yang diberikan tidak sesuai dengan kenyataan, maka itu akan merugikan bagi orang yang mendapatkan tuduhan.
  • Trickey adalah cara pelaku mendapatkan informasi tersebut. Misalnya dengan cara menjadi teman yang bisa dipercaya. Tanpa sadar karena telah mempercayainya, kita jadi berbagi informasi yang cukup pribadi dengannya. 
  • Trolling adalah memposting sesuatu dengan tujuan menghasut sehingga menyulut emosi pembaca.
  • Catfishing adalah penipuan yang dilakukan terhadap seseorang dalam konteks hubungan romantis. 
Contoh Cyberbullying

Elemen Cyberbullying:
  • Pelaku (cyberbullies)
  • Korban (victims)
  • Saksi (bystander)
Cyberbullies memiliki kepribadian yang dominan dan dengan mudah dan menyukai melakukan kekerasan. Cenderung lebih cepat temperamental, impulsive dan mudah frustrasi dengan keadaan yang sedang dialaminya. Lebih sering melakukan kekerasan terhadap orang lain dan sikap agresif kepada orang dewasa dibandingkan dengan anak lainya. Sulit dalam menaati peraturan. Terlihat kuat dan menunjukkan rendahnya rasa empati pada orang yang dia bully. Pandai memanipulasi dan berkelit pada situasi sulit yang di hadapi. Sering terlibat dalam agresi proaktif, agresi yang disengaja untuk tujuan tertentu dan agresi reaktif, reaksi defensif ketika di-provokasi.

Victims biasanya berbeda dalam pendidikan, ras, berat badan, cacat, agama dan mereka yang cenderung sensitif, pasif, dianggap lemah dan biasanya mereka yang jarang bergaul atau keluar rumah. Karakteristik remaja yang menjadi target atau korban cyberbullying adalah sensitif, menarik diri dari lingkungan sosial, pasif, mengalami masalah dengan keterbelakangan mental, sering membiarkan orang lain mengendalikan dirinya, dan cenderung depresi. Dalam beberapa penelitian korban cyberbullying cenderung memiliki self-esteem yang lebih rendah dibandingkan teman sebayanya. Hal tersebut yang membuat dirinya mengalami kecemasan sosial dan cenderung menghindari kontak sosial.

Bystander adalah  seseorang yang menyaksikan penyerangan perilaku bully pada korbannya. Saksi peristiwa dapat dengan bergabung dalam web dan meninggalkan komentar yang menyakitkan, atau tanpa melakukan apapun kecuali, mengamati perilaku bullying. Bystander terbagi menjadi dua, yaitu:
  • Harmful bystander, pengamat yang mendukung peristiwa bullying atau terus mengamati kejadian tersebut dan tidak memberi bantuan apapun kepada korban.
  • Helpful bystander, pengamat yang berusaha menghentikan bullying dengan cara memberikan dukungan kepada korban atau memberi tahu orang yang lebih mempunyai otoritas.
Platform Digital Sarana Cyberbullying

Platform Digital Sarana Cyberbullying



Karakteristik Cyberbullying:
  • Cyberbullying yang dilakukan berulang-ulang. Cyberbullying biasanya tidak hanya terjadi satu kali, tapi dilakukan berulang kali, kecuali jika itu adalah ancaman pembunuhan atau ancaman serius terhadap hidup seseorang. 
  • Menyiksa secara psikologis. Cyberbullying menimbulkan penyiksaan secara psikologis bagi korbannya. Korban biasanya mendapat perlakuan seperti difitnah/digosipkan, penyebaran foto dan video korban dengan tujuan mempermalukan korban.
  • Cyberbullying dilakukan dengan tujuan. Cyberbullying dilakukan karena pelaku memiliki tujuan, seperti untuk mempermalukan korban, balas dendam, mengatasi stress dari konflik yang sedang terjadi., dan hanya untuk bersenang-senang. 
  • Terjadi di dunia maya. Cyberbullying dilakukan dengan menggunakan sarana Teknologi Informasi, seperti jejaring sosial dan pesan teks.
Ciri-ciri Korban Cyberbullying

Korban cyberbullying cenderung pasrah ketika mendapat gangguan dari pelaku. Mereka menahan perasaan yang muncul yang menyebabkan harga diri rendah. Gangguan perasaan seperti takut, cemas, sedih dan marah muncul dan mengganggu aktivitas mereka. Gangguan-gangguan tersebut merupakan bentuk-bentuk ketidaktegasan baik terhadap diri sendiri maupun terhadap perilaku orang lain. Korban yang mengalami cyberbullying biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Tampak enggan saat harus menggunakan komputer atau alat teknologi yang lain. 
  • Menarik diri dari keluarga atau teman-temannya. 
  • Tidak ingin pergi ke sekolah atau kegiatan sosial lainnya. 
  • Segera menghindar apabila membahas tentang penggunaan alat teknologi. 
  • Menunjukkan emosi negatif (sedih, marah, frustrasi dan khawatir).
  • Prestasi belajar menurun. 
  • Kurang tidur serta nafsu makan berkurang.

Penyebab Cyberbullying:
  • Kurangnya empati.
  • Tidak takut tertangkap.
  • Tidak melihat reaksi korban.
  • Ingin mendapatkan perhatian.
Dampak Cyberbullying:
  • Secara Mental — merasa kesal, malu, bodoh, bahkan marah.
  • Secara Emosional — merasa malu atau kehilangan minat pada hal-hal yang kamu sukai.
  • Secara Fisik — lelah (kurang tidur), atau mengalami gejala seperti sakit perut dan sakit kepala.
Menghentikan Cyberbullying:
  • Mengaktifkan pengaturan saring komentar untuk menyaring komentar bernada menyinggung, ujaran kebencian, rasisme, dan pelecehan seksual di unggahan pengguna.
  • Mengaktifkan fitur restrict atau batasi untuk membatasi interaksi negatif tanpa harus diketahui oleh seseorang.
  • Setting social media akun dengan private account.
  • Ingat apa pun yang kamu posting dapat dibagikan.
  • Kenali akun palsu.
  • Bersihkan kontak pertemanan kamu di social media.
  • Blokir siapa saja yang mengganggu kamu.
  • Lindungi identitas kamu.
Hukuman untuk cyberbullying

Menurut UU No. 11 Tahun 2008, pelaku perundungan scara siber dapat dipindana penjara paling lama 6 tahun atau denda maksimal 6 miliar Rupiah.”

Laporakan Cyberbullying

Laporkan Cyberbullying

Perundungan

Perundungan

Yuk simak video di bawah ini dulu ya.

Apa sih itu perundungan?

Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak  menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun  sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang  membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati  dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun  kelompok.

Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang  merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan  orang lain padanya. Perundungan bisa diibaratkan sebagai benih dari  banyak kekerasan lain, misalnya: tawuran, intimidasi,  pengeroyokan, pembunuhan, dan lain-lain.

Sebagai benih kekerasan, bila perundungan bisa  ditekan, maka kekerasan yang lebih parah akan bisa  dicegah.

Apa sajakah bentuk-bentuk perundungan?

Jenis Perundungan

Kapan dan di mana bisa terjadi perundungan?

Kapan dan di mana terjadi perundungan?

Bagaimana sih dampak perundungan?

Dampak Akademis Perundungan

Dampak Sosial Perundungan

Dampak Fisik Perundungan

Dampak Emosi Perundungan

Apakah aku seorang perundung?

Tes Pelaku Perundungan
Jika kamu menjawab ya untuk sebagian besar pertanyaan  itu, mungkin saja kamu termasuk perundung.

Bagaimana cara berhenti menjadi perundung?
  • Meminta maaf kepada orang yang sudah kita rundung.  Jika kamu malu meminta maaf secara langsung kamu bisa  melakukannya lewat telfon, surat atau media komunikasi  lainnya.
  • Bersabarlah ketika kamu tidak langsung dimaafkan atau teman  yang kamu rundung akan mengabaikanmu karena semuanya  membutuhkan proses.
  • Lakukan kerja sosial
  • Temukan kegiatan atau bergabung di klub yang sesuai  dengan minatmu.
  • Kamu dapat bercerita pada seseorang yang kamu percaya  untuk meringankan bebanmu dan menolongmu bebas dari  perilaku merundung.
  • Terima konsekuensi dari sekolah, teman atau lingkungan  karena perilaku merundung yang kamu lakukan.
  • Belajarlah untuk saling menghormati dalam berinteraksi  dengan teman dan lingkungan.
Mengapa seseorang menjadi perundung?
  • Adanya dorongan kuat untuk menunjukkan  kekuatan/kekuasaan agar dianggap  pemberani/ hebat atau sebagai jagoan.
  • Pernah menjadi korban perundungan yang  membuatnya marah dan sakit hati sehingga  memiliki dorongan kuat untuk membalas.
  • Merasa iri hati atas kepopuleran, kelebihan  dan kekayaan orang lain.
  • Mengikuti temannya.
Siapakah yang cenderung menjadi korban perundungan?
  • Orang yang dianggap berbeda oleh lingkungan sekitar,  misalnya: tidak mampu secara akademis, canggung, salah kostum,  kurang gaul, pendiam, tidak berdaya, aksen bicara berbeda,  tidak/lebih cantik/ganteng, dari keluarga berada atau tidak.
  • Orang yang dianggap menyebalkan dan menantang pembuli,  tapi tak mampu membela diri.
  • Orang yang dianggap sering ‘ngocol’ ke pelaku perundungan.
Apa yang harus dilakukan jika mengalami perundungan?
  • Tetaplah bersikap tenang, misalnya  dengan ambil nafas dalam-dalam  selama 1 menit kemudian hembuskan  keluar.
  • Sembunyikan kemarahan atau  kesedihanmu di depan perundung.
  • Berdiri tegak, angkat kepalamu,  pandang pelaku dengan tegas,  hadapi pelaku dengan tenang atau  tinggalkan perundung.
  • Tanyakan permasalahan atau tolak  permintaan pelaku dengan sopan.
  • Segera menyingkir bila kamu dalam  bahaya.
  • Cari bantuan untuk menghentikan perilaku  perundungan yang kamu alami.
  • Blok akun media sosial pembully bila  kamu mengalami perundungan siber dan  ubah pin akun media sosial kamu.
  • Simpan perilaku perundungan yang  kamu terima sebagai barang bukti.
  • Ceritakan atau laporkan perilaku  perundungan yang kamu terima.
  • Hindari bersikap mendendam dan  membalas perilaku perundungan yang  kamu terima.
Respon dalam menghadapi perundungan.

Respon Menghadapi Perundungan

Respon Menghadapi Perundungan

Mengapa korban perundungan jarang melapor?
  • Seringkali korban tak melapor, karena takut menghadapi risiko bila ia  akan semakin diintimidasi oleh pelaku.
  • Korban terbenam dalam emosi negatif seperti takut, sedih, kecewa  atau marah dan sakit hati, sehingga ia tak mampu berpikir untuk  menghubungi orang lain untuk membantunya.
  • Ia ragu bahwa orang yang dilaporinya akan mampu menolongnya, Ia  khawatir orang tersebut justru akan menyalahkannya dan semakin  memperburuk deritanya.
Jangan menjadi penonton

Penonton yaitu melihat perundungan, namun tidak  melakukan apa-apa (bystanders). Mengapa menjadi bystanders?
  • Takut menghadapi konsekuensi  diperlakukan sama oleh pelaku.
  • Tidak tahu harus berbuat apa, atau  kemana harus melaporkan kejadian yang  dilihatnya.
Ayo menjadi upstanders.

Upstanders adalah melakukan tindakan berempati ketika melihat perilaku perundungan  untuk mengurangi derita korban perundungan. Contoh:
  • Hindari ikut menjadi perundung atau ikut menertawakan perilaku perundungan yang  dilakukan temanmu.
  • Jangan menonton perilaku perundungan karena terkadang perundung melakukannya  untuk menarik perhatian teman.
  • Katakan pada perundung untuk menghentikan perilaku mereka (hanya jika kamu  merasa aman melakukan tindakan ini).
  • Berteriak atau cari bantuan dari orang yang lebih dewasa untuk menghentikan  perilaku perundungan.
  • Gunakan telepon genggam untuk meminta bantuan (menelpon, merekam perilaku  perundungan, atau berkirim pesan).
  • Tidak menyebarluaskan video, text, atau gambar perundungan.
  • Dukung korban perundungan.
  • Ajak teman kamu untuk melakukan hal yang sama.
Bagaimana cara menghentikan perundungan?
  • Dekati dan tanyakan kondisi temanmu.
  • Tawarkan apa yang dia  butuhkan, untuk  membuatnya nyaman misalnya air minum, tissue,  atau pergi ke tempat yang tenang.
  • Tanyakan apa yang dapat kamu bantu
  • Minta dia bercerita untuk meringankan bebannya
  • Dengarkan ceritanya, jangan menyela atau  memotong, jangan menghakimi.
  • Dukung dan antarkan temanmu  untuk menceritakan perilaku  bully yang telah ia terima pada  orang tua, guru atau pihak lain.
  • Jangan membocorkan  perilaku perundungan yang ia  terima pada pihak yang tidak  berkepentingan.
  • Ajak temanmu untuk  melakukan aktivitas positif  yang menyenangkan dan  bermanfaat.
Bagaimana melindungi diri dari perundungan?
  • Dekat dengan  seluruh anggota  keluarga.
  • Terbuka dengan  orang tua dan  saudara lainnya  tentang kejadian-  kejadian di  sekitarmu, serta di  dunia maya.
  • Beraktivitas bersama anggota keluarga secara rutin, misalnya: makan malam  bersama, jalan-jalan di akhir pekan, membereskan rumah bersama, masak  bersama, dan lain-lain.
  • Berteman dengan anak-anak lain yang memiliki kesadaran untuk berprestasi dan  punya kewaspadaan untuk melindungi diri.
  • Mengeluarkan orang-orang yang cenderung negatif dari akun media sosial, untuk  menghindari perundungan siber.
  • Menjalin komunikasi dengan guru dan teman, serta berbagi cerita tentang  kejadian-kejadian yang kamu alami.
Bagaimana sanksi atas perilaku perundungan?

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 82 tahun 2015, pelaku perundungan  dapat diberikan sanksi berupa:
  • teguran lisan, tertulis atau sanksi lain bersifat edukatif kepada peserta didik.
  • teguran lisan, tertulis, pengurangan hak,  pemberhentian dari jabatan sebagai guru  dan tenaga kependidikan.
Sesuai dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 perilaku perundungan dapat  dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan  dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta.

Sesuai UU Nomor 11 tahun 2008, perilaku perundungan secara siber dapat  dipidana penjara paling lama 6 tahun atau denda maksimal Rp 6.000.000.000 (6 milyar).

Ke mana dapat melaporkan kasus perundungan?

Bagi peserta didik dapat melaporkan kasus perundungan ke:
SMS: 0811-976-929
Telepon: 021-5790-3020 atau 021-570-3303
Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A)  Unit Pelayanan Perempuan dan Anak di Polres setempat.

Bagi masyarakat umum dapat melaporkan ke kepolisian terdekat disertai dengan bukti dan saksi perundungan atau ke Komnas HAM, Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, atau YLBH (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia).

Minggu, 26 Maret 2023

Microsoft Excel - Function VLookUp

Function VLookUp

Function VLookUp dipakai untuk mencari data di kolom pertama pada sebuah tabel data Excel. Pengambilan nilainya dari sel mana saja di baris yang sama di tabel data yang ada di Excel tersebut. Dengan menggunakan rumus Excel ini, kita bisa mengisi data di sebuah tabel sesuai dengan tabel referensi lainnya dengan memakai sebuah nilai kunci secara khusus dan lebih spesifik.

Awalan huruf "V" didepan kata Vlookup merupakan singkatan dari kata Vertical. Istilah vertikal ini merujuk pada bentuk tabel referensi yang digunakan, dimana header atau judul tabel terletak dibagian atas dan field datanya tersusun kebawah secara vertikal.

Contoh tabel vertikal:
Tabel Vertikal

Syntax function VLookUp:
=VLookup(LookUp Value,Table Array,Column Index Number,[Range LookUp])
  • LookUp Value adalah nilai yang digunakan untuk mengambil data.
  • Table Array adalah tabel yang digunakan untuk mengambil data.
  • Column Index Number adalah nomor index kolom dari table array, nomor 1 dimulai dari kolom pertama, nomor 2 merupakan kolom kedua dan seterusnya.
  • Range Lookup berupa nilai True atau False. True digunakan jika kolom pada table array yang memiliki nilai dari lookup value dalam keadaan terurut. False digunakan jika kolom pada table array yang memiliki nilai dari lookup value tidak dalam keadaan terurut.
Latihan Praktik

Microsoft Word - Shading

Shading digunakan untuk memberi warna latar belakang teks atau paragraf. Cara memberikan shading adalah masuk ke menu Home, lalu pilih Border, Borders and Shading.

Borders and Shading

Shading

Contoh shading:

Shading
Contoh Border dan Shading:

Borders and Shading

Latihan Praktik